Rancang Bangun Mesin Pengupas Talas

Authors

  • Yudistira
  • Rildiwan
  • Musdar Effy Djinis
  • Zulnadi
  • Sandra Melly
  • Irwan A

DOI:

https://doi.org/10.55043/atech-i.v1i1.13

Keywords:

Rancang Bangun, Pengupasan, Waktu, Talas

Abstract

Talas berpotensi besar dalam pemnfaatan diberbagai bidang baik pangan maupun obat–obatan, talas memiliki nilai ekonomis tinggi ketika dapat diolah dengan baik sesuai kebutuhan pasar. Dalam pengolahan talas, salah satu tahap penting yang harus dilakukan adalah tahap pengupasan untuk membersihkan bagian kulit yang tidak digunakan dan dapat mengurangi mutu produk,serta mempermudah pengolahan ketahap selanjutnya. Setalah dilakukan pengujian pengupasan secara manual pada 1 kg talas dibutuhkan waktu selama 7 menit. Maka dari itu perlu pembuatan mesin pengupas talas. Metoda pelaksanaan penelitian adalah identifikasi masalah, desain alat pengupas kulit talas, pembuatan komponen, uji fungsional dan uji kinerja, Hasil uji kinerja mesin pengupas kulit talas didapatkan kapasitas kerja alat adalah 98 Kg/Jam, dengan waktu pengupasan 3 menit. Jika pengupasan semakin lama maka rendemen akan semakin berkurang, hal ini dikarenakan terkikisnya bagian daging talas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik (2020 ). Konsumsi Padi-padian dan Umbi-umbian per Kapita per Minggu

di Sumatera Barat (Kg), 2018-2020.Katalog BPS. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Barat.

Dinas Pertanian. 2015. Realisasi Luas Panen, Produksi, dan Pengolahan Talas Semir. Dinas

Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Kabupaten Sumedang.

Hartono Baswarsiati. E, Karlina., Abu, & T. Siniati, (2009). Teknologi bawang merah berbasis

Good Agriculture practices Direktorat Jendral Holtkultura, Departemen Pertanian

Koswara, S. (2009). Teknologi Pengolahan Singkong (Teori dan Praktek). Bogor.

Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Purwaningsih, I., & Kuswiyanto, K. (2016). Perbandingan perendaman asam sitrat dan jeruk

nipis terhadap penurunan kadar kalsium oksalat pada talas. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(1), 89-93.

Rukmana, R., & Yudirachman, H. (2015). Untung Berlipat dari Budi Daya Talas Tanaman Multi

Manfaat.

Sugandi, W. K., Yusuf, A., Herwanto, T., & Ardana, M. D. (2018). RANCANG BANGUN

MESIN PENGUPAS KULIT TALAS (Colocasia esculenta L.). Jurnal Ilmiah Rekayasa

Pertanian dan Biosistem, 6(2), 148-155.

Wijaya, A.B., Citraningtyas, G., Wehantouw, F. (2014). Potensi Ekstrak Etanol Tangkai Daun

Talas (Colocasia esculenta [L]) Sebagai Alternatif Obat Luka Pada Kulit Kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jurnal Ilmiah Farmasi.F. 3 (3) : 211 – 219.

Yusuf, A., Sugandi, W. K., & Zaida, Z. (2017). Rekayasa Mesin Pengupas Talas Semir Sebagai

Bahan Pangan Alternatif. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS (Vol. 1, No. 1, pp. 202-214)

Zain, S., Ujang, S., Sawitri, & Ulfi, I. (2005). Teknik Penanganan Hasil Pertanian. Pustaka Giratuna. Bandung.

Downloads

Published

2023-09-29

How to Cite

Yudistira, Rildiwan, Musdar Effy Djinis, Zulnadi, Sandra Melly, & Irwan A. (2023). Rancang Bangun Mesin Pengupas Talas. Atech-i, 1(1), 25–37. https://doi.org/10.55043/atech-i.v1i1.13

Issue

Section

Articles