PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) TERHADAP PERTUMBUHAN STUM MATA TIDUR KARET (Hevea brasiliensis Mull Arg)

Authors

  • YULIATRI ii POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
  • Dyah Wulan Sari

DOI:

https://doi.org/10.55043/atech-i.v1i2.21

Keywords:

FMA, Dosis, Pembibitan karet, stum mata tidur

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi. Tanaman karet juga sebagai komoditi unggulan yang menghasilkan lateks. Untuk meningkatkan produkstivitas  karet dan menghasilkan lateks yang berkualitas, petani harus menggunkan klon unggul. Seperti penggunaan stum mata tidur karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg).  Produktifitas tanaman karet selain menggunakan klon unggul juga dapat memanfaatkan mikroorganisme yang dapat membantu pertumbuhan tanaman karet, seperti Mikoriza. Penambahan Fungi Mikoriza Abuskular (FMA) dapat digunakan untuk membantu penyerapan unsur hara oleh tanaman di pembibitan. Penelitian ini mengenai pengaruh pemberian beberapa dosis  fungi mikoriza arbuskular (FMA) terhadap pertumbuhan Stum Mata tidur karet (Hevea brasiliensis Muell Agr). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis mikoriza yang tepat untuk pertumbuhan stum mata tidur karet. Variabel yang diamati adalah persentase akar terinfeksi FMA, waktu muncul tunas, panjang tunas, diameter tunas dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis 5 gram FMA memiliki derajat infeksi tertinggi yaitu 70%. Pertumbuhan stum mata tidur karet umur 16 MST menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi pada semua variabel pengamatan baik tanpa diberi FMA maupun diberi FMA dengan beberapa dosis FMA yang sudah di aplikasikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Balai Penelitian Sungei Putih. 2014. Pusat Penelitian Karet. Medan.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS). 2023. Propinsi Sumatera Barat.

Handayani, E. 2008. Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) terhadap pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan Perbedaan Waktu Tanam. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. 80 hal (Dipublikasikan).

Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. 2023

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Tumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lakitan, B. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo. Persada. Jakarta.

Lizawati. 2002. Analisis Interaksi Batang Atas Dan Batang Bawah Pada Okulasi Tanaman Karet. Tesis Program Pascasarjana IPB. Bogor

Marchino, F, MZ Yusrizal, dan I. Suliansyah. 2010. Pertumbuhan Stum Mata tidur Karet Beberapa Klon Entres Tanaman Karet (Havea brasiliensis Muell.) Pada Batang Bawah PB 260 Di Lapangan. Universitas Andalas. Padang.

Noli, Z. A., Netty, W.S., E.M. Sari. 2011. Eksplorasi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Indigenous yang Berasosiasi dengan Begonia resecta di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB). Prosiding Seminar Nasional Biologi : Meningkatkan Peran Biologi dalam Mewujudkan National Achievment with Global Reach. Departemen Biologi FMIPA Universitas Sumatera Utara, Medan.

Same, M., 2011. Serapan Phospat dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Tanah Ultisol Akibat Cendawan Mikoriza Abuskula. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 11 (2): 69-76.

Seda, A.E., Elisabeth, N.K., dan Enny, R., 2017. Pengaruh Pengaplikasian Dosis Mikoriza dan bahan Organik (Solid) Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Agromast, 2 (2) : 1-14.

Setyamidjaja, D. 1993. Karet Budidaya dan Pengolahan. Yogyakarta. Kanisius. 151-179

Setiadi, Y. 1992. Peranan Mikoriza Arbuskula Dalam Rehabilitasi Lahan Kritis di Indonesia. Disampaikan dalam Rangka Seminar Penggunaan Cendawan Mikoriza dalam Sistem Pertanian Organik dan Rehabilitas lahan kritis

Syukur. 2013. Kajian Okulasi Benih Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) dengan Perbedaan Mata Tunas (Entres) dan Klon. Widyaswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Jambi.

Talanca, A.H dan A.M. Adnan. 2005. Mikoriza dan manfaatnya pada tanaman. Pros. Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVI Komda. Sulawesi Selatan, 2005. Hal: 311-315.

Wendra, Teddy. 2016. “Pertumbuhan Beberapa Klon Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Agr) Okulasi Hijau Stum Mata Tidur yang Diberi Mikoriza”. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

Widiastuti, H., N. Sukarno, L.K. Darusman, D.H. Goenadi, S. Smith dan E. Guhardja. 2005. Penggunaan Spora Cendawan Mikoriza Arbuskula Sebagai Inokulum Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Serapan Hara Bibit Kelapa Sawit. Menara Perkebunan 73(1): 26-34

Widiastuti, H., T.W. Darmono dan D.H. Goenadi. 1998. Respon Bibit Kelapa Sawit Terhadap Inokulasi Beberapa Cendawan AM Pada Beberapa Tingkat Pemupukan. Menara Perkebunan 66 (1): 13-19

Downloads

Published

2024-05-02

How to Cite

ii, Y., & Wulan Sari, D. (2024). PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) TERHADAP PERTUMBUHAN STUM MATA TIDUR KARET (Hevea brasiliensis Mull Arg). Atech-i, 1(2). https://doi.org/10.55043/atech-i.v1i2.21

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)